• 1

    Apr

    Kemasan Baru, Saya Belum Bisa Move On Dari Blogdetik Lama

    Maret 2015 menjadi petanda baik buat penghuni blogdetik. Mulai dari komunitasnya, bloggernya dan para punggawa didalam (bekerja) blogdetik itu sendiri. Saya sendiri malah nggak suka dengan tampilan barunya ini. Saya sempat terkejut dengan perubahan yang terjadi di halaman blogdetik. Beberapa perubahan yang paling mencolok tentu adalah tema blogdetik itu sendiri. Gaya modern menggantikan yang lama benar-benar fresh untuk mengingatkan saya sudah berapa lama saya ngeblog disini. Selain itu, perubahan yang bisa terlihat adalah nama domain. Dari blogdetik.com menjadi blog.detik.com. Apakah ini new branding dengan berharap 675 ribu members akan lebih banyak esoknya setelah dapat yang baru ini? Entahlah, semoga ini bukan karena platform kompetitor sedang naik daun. Akhirnya, Komunitas lagi Sebe
    Read More
  • 27

    Feb

    Pertama Kali Mengisi Pelatihan Blog di Pesantren Al Falah

    Kami ini, (26/2), ada yang menarik dari aktivitas ngeblog saya. Bertemu dengan santriwati yang pemalu dan manis-manis tapi memiliki keinginan kuat mengikuti kegiatan yang merupakan kegiatan dari Telkomsel Semarang. Jam 7 pagi lebih sedikit, saya sudah berada di kantor grapari yang terletak di jalan Pahlawan. Menunggu sebentar, saya dan 2 orang dari sini langsung meluncur ke lokasi yang berada di sebelah kampus UIN Walisongo atau Ngaliyan. Pertama kalinya Ini merupakan pengalaman pertama mengisi santriwati disini. Menarik juga lokasinya yang dalam perjalanan saya membayangkan adalah lokasi pondok. Nyatanya tidak demikian. Malah, ini seperti perumahan komplek biasa. Selain ini pertama kali melatih blog disini, saya juga mendapatkan pengalaman pertama kali melatih santriwati. Tidak ada pria
    Read More
  • 5

    Feb

    Cara Blogdetik Meningkatkan Kualitas Blogger Membersnya

    Ada yang menarik dilakukan blogdetik dipekan pertama bulan Februari 2015. Bila dulu semua blogger detik berlomba-lomba mengincar kursi HEADLINE, kini malah paltform blog lokal ini sendiri yang mencarinya. Bagaimana caranya? Layaknya cerita cinta yang dimulai dengan kisah berbunga-bunga dan kemudian beberapa waktu mulai loyo dan mati. Begitu juga yang dialami blogger detik dan platformnya ini. Hilangnya gairah menulis berkualitas sepertinya menjadi sebab musabab blogdetik mengeluarin program #BerburuHeadline. Atau juga, menurut saya karena yang masuk headline didominasi wajah-wajah lama yang terbiasa. *Atau kebanjiran program kerjasama dan bingung mau diapain. Bahkan tak jarang melihat timeline blogger ini memention akun blogdetik. Satu strategi agar langsung ditanggapi admin blogdetik. H
    Read More
  • 8

    Jan

    Perubahan Apa Yang Dibawa Blogdetik Setelah Main Tenis Januari 2015?

    Tentu, sebagai pengguna Blogdetik yang masih bertahan diantara yang sudah tidak tahan (ganti domain), saya berharap lebih dari paltform lokal ini setelah awal tahun melakukan jadwal rutin main tenis (maintenance). Sayang, perubahan itu tidak dapat saya temukan secara nyata semisal penambahan tema atau lainnya. Kamis (7/1), kabar gembira menghampiri bagi sebagian pengguna Blogdetik yang sudah dapat kembali mengakses akunnya setelah beberapa hari mengalami perbaikan. Ada yang langsung posting dan ada yang langsung menulis hari itu juga. Platform lokal ini juga langsung mengupdate halaman HEADLINE nya dengan postingan baru saat itu juga. Semua seolah menantikan kabar bahagia dari bayi yang baru lahir ke dunia. Tidak banyak berubah Saya sendiri tak luput dari kebahagiaan itu yang sudah memp
    Read More
  • 1

    Jan

    Target 2015 : 365 Postingan Blog!

    Akhirnya saya menutup postingan blog saya diangka 309. Kurang sedikit lagi, saya mencapai 365 postingan. Itu artinya, produktivitas menulis saya bisa dibilang perhari memproduksi 1 tulisan. Luar biasa!! Tahun 2015, target saya tidak muluk-muluk. Harus 365 postingan blog! Selamat tahun baru 2015 buat pembaca blog yang kebetulan singgah atau sudah mengikuti. Termasuk kamu yang selalu kepo. Entahlah, apakah tahun 2015 kamu masih diam-diam suka atau berani bertindak. Ngomongin postingan blog, saya bukanlah penganut tulisan berkualitas. Saya mengkedepankan KUANTITAS. Tujuan saya menulispun untuk mengeluarkan keluh kesah dimana dalam ilmu psikologi, cara ini adalah terapi agar tidak depresi. Menulis bagi saya adalah kebutuhan. Bisa dibayangkan bila kebutuhan itu dimasukkan dalam kategori seper
    Read More
  • 15

    Nov

    Diam..diam, Grup Kompasiana di FB Jumlah Membernya diatas 30 ribu

    Gambar : Google Saya terkejut ketika tiba-tiba dimasukkan grup kompasiana di facebook. Apalagi platform yang saya gunakan berbeda dengan tema dari grup tersebut. Jadi malu sendiri meski ada teman yang mengompori bahwa itu tidak masalah. Baik, saya setuju itu. Tapi, yang membuat saya pangling adalah grup ini memiliki member diatas 30 ribu. Bagaimana bisa? Sebagai salah satu platform blog lokal seperti blogdetik, kompasiana terus tumbuh dan meramaikan jagad dunia blogger Indonesia. Atau juga jurnalis warga bila ada yang tak ingin disebut blogger. Bukan grup resmi kompasiana Sampai tulisan ini dibuat, Sabtu (15/11), tercatat sudah 31 ribu lebih anggota yang telah bergabung disana. Grup yang sengaja dikunci tersebut diasuh oleh beberapa orang. Seperti lazimnya sebuah grup facebook, aktivitas
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post