• 30

    Nov

    [Causeway] Maaf, Kurang Maksimal

    Sedih rasanya melihat sahabat terbaik kembali ke Samarinda. Hari minggu sore (30/11), Henry dan yang lainnya sudah kembali meninggalkan kota Semarang setelah sepekan di kota Lumpia ini. Cerita indah itu sayangnya ditutup dengan tidak dapat hadirnya saya mengantarkan mereka. Sorry, bro. Alasan nobar adalah salah satu dari sekian alasan saya kurang maksimal menjamu sahabat saya ini. Kebetulan, kofindo ngadain nobar film bareng teman-teman Semarang. Karena udah jadwal dan harus dilaksanakan, saya tidak dapat mengantar sahabat saya ini ke bandara. Tapi sempat mengucapin pas dirumah. Malam, selalu tidak bisa ikutan Yah, mau diapain lagi. Manajemen waktu saya sudah terbentuk dari beberapa tahun belakangan. Subuh bangun, siang beraktivitas, dan malam tidur. Ketika mau berpindah waktu, saya ja
    Read More
  • 26

    Nov

    Causeway : Pesan Sahabat

    Saya ingin sekali bermimpi saat salah satu sahabat saya menikah, saya diundang kemudian sebelum acara kami melakukan pesta bujang. Impian yang dulu terekam saat masih satu Sekolah dulu. Terinspirasi dari film “American Pie”. Akhirnya, saya punya cerita untuk diceritakan dari persahabatan “Causeway”. Minggu ini, saya kedatangan sahabat. Seseorang yang spesial karena dulunya kami pernah banyak melakukan hal gila dan bahkan menyebut diri sebagai “Causeway”. Kehidupan yang menarik untuk anak laki-laki diusia yang beranjak dewasa diantara kehidupan glamor Samarinda. Futsal dan hujan Hujan membasuh kenangan yang dulu tersimpan rapat sebelum kedatangan sahabat saya ini, Henry Hermawan di Semarang. Kesekian kalinya dia datang dan merasakan hawa kota ini. Jadwal
    Read More
  • 3

    Sep

    Dalam Berteman, Jangan Gunakan Perasaan Berlebihan

    Sebenarnya bukan hanya dalam pertemanan saja menggunakan perasaan yang berlebihan akan berdampak buruk, tapi dalam berpacaran pun demikian. Karena pengalaman yang saya rasakan adalah pertemanan, maka ini dulu yang ingin saya garis bawahi. Saya adalah orang yang tidak ingin dikecewakan sedikitpun. Dan saya baru menyadari mengapa saya jauh dengan teman-teman saya dari dulu khususnya dotsemarang. Inspirasi tulisan ini saya dapatkan saat dijalan, kemarin, awal September 2014. Ini juga mungkin karena beberapa hari ini terlalu menekan si Amar yang tinggal dirumah. Pria yang bukan saja menjadi teman tapi sahabat dan bahkan keluarga di rumah ini. Ketakutan itu Seseorang yang terlalu menggunakan perasaan maka ia selalu dihantui dengan sinis, dengki dan terlihat menang sendiri. Padahal itu semua b
    Read More
  • 22

    Jan

    Kena Cobaan, Itu Artinya Siap Naik Level

    Jangan pernah menyerah, kawan. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Tinggal kamu, mau melanjutkan atau meninggalkan. Melanjutkan sama saja kamu siap naik level dan sebaliknya. Semoga kita semua lebih baik daripada kemarin. Berharap tahun ini lebih baik, saya kembali dilanda masalah. Bukan pribadi, melainkan sesuatu yang saya anggap mampu berdiri. Apalagi kalau bukan tentang dotsemarang. Hujan mengguyur kota Semarang, sejenak berhenti lalu pergi dengan membawa pasukan pagi. Seharian hanya bisa menanti. Siang menjelang dikala hati tertantang untuk membantu kawan, saya pergi mendatangin salah satu rekan. Orang yang membuat saya percaya dotsemarang masih kuat bertahan harus merasa sedih kembali dengan wajah tertahan. Ia ingin dikatakan tegar tapi tak mengerti apa artinya bersandar. Bersanda
    Read More
  • 9

    Oct

    Henry Causeway "Berlibur" ke Semarang

    Beberapa hari ini, terhitung dari tanggal 3 Oktober 2013, rumah saya begitu ramai oleh kehadiran sahabat dan teman-teman saya *Tomy Family. Henry adalah sahabat dan juga keluarga yang masih bertahan diusia saya sekarang. Masa - masa indah bersama sahabat memang luar biasa. Cukup lama juga, Henry ada di Semarang. Saya masih berusaha untuk menyesuaikan rutinitas bersama sahabat-sahabat saya. Aktivitas bersama dotsemarang memang sudah membuat saya menjadwalkan dan sedikit jarang menyulitkan saya. Selain sudah terlalu sibuk dengan aktivitas, saya masih belum siap untuk bercengkrama dan mengajaknya jalan-jalan. Tapi, alhamdulillah beberapa hari ini bisa jalan-jalan bersamanya. Henry adalah seorang pria yang karakternya pendiam dan religius. Saya bangga memiliki sahabat seperti dia karena setid
    Read More
  • 9

    Sep

    Kembali, Tidak Berubah!

    Senin (9/9) pagi, ketika kamu berpikir dapat mengubah dunia. Kamu seharusnya sudah melangkah jauh. Tak ada kata terlambat meski selalu terhambat. Mengalahkan diri lebih sulit ketimbang mengalahkan musuh 100 orang. Mereka tertawa-tawa. Tanpa sadar, banyak hati yang terluka. Menahan beban yang dirasa agar kelak, sang kakak tertua dapat berubah. Bertanggung jawab untuk diri sendiri, adik-adiknya dan keluarganya. Mau sampai kapan bermain dengan waktu? Akhirnya, orang tua sudah pada pulang. Suasana selama ada mereka, begitu ramai terkadang harus terkikih mendengar setiap omelan dari seorang ibu. Itu hal wajar bagi mereka yang sudah kebal dengan omelan. Tapi tidak dengan mereka yang berpura-pura baik. Banyak orang menjadi baik. Ada yang memang baik, ada yang pura-pura baik dan ada pula yang sok
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post