• 24

    Dec

    Seharusnya, Ilmu Itu Diterapkan Disana

    Kamu tahu betapa bangganya saya selalu mengenalkan kamu kepada mereka? Kamu selalu masih tersipu malu-malu ketika seseorang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Saya berharap, kamu selalu belajar dari perbuatan maupun perkataan saya. Ibaratnya kamu adalah seorang murid yang sedang belajar di kelas. Mendengarkan bapak dan ibu guru yang menjelaskan. Berbagai ilmu dari teori sampai praktek diajarkan. Sungguh, itu pengalaman luar biasa dan mungkin jarang kamu temui. Setelah lulus dari bangku Sekolah, kamu perlahan akan melupakan mereka. Ilmu-mu bertambah, kamu semakin haus akan pembaharuan dan segera mencari guru baru. Di dalam kelas yang pernah menjadi saksi kamu bertumbuh, gurumu hanya berharap, ilmu yang didapat tidak disia-siakan saat keluar nanti. Meski kecil, mereka akan tetap
    Read More
  • 9

    Nov

    Lakukan Saja! Ketika Mulai Ragu Memikirkan Kedepannya

    Apa yang terjadi ketika ingin memulai sesuatu, sikap ragu menghampiri? Memikirkan kedepannya yang jelas-jelas belum terjadi? Bila dicontohkan ke saya, maka dotsemarang tidak akan ada. Sikap ini yang buat kita belajar untuk terus maju kedepan. Pernahkah sikap ragu menghampiri kalian? Pasti, bukan. Saya sebagai orang yang memiliki karakter cancer terkadang dihadapkan dilema tersendiri saat memulai. Bertarung dengan hati kecil sudah menjadi santapan saat menghadapi sesuatu. Apakah ini baik? Buruk, atau diam sama sekali. Semua itu terjadi begitu saja. Bahkan, saya ingin sekali memiliki ilmu khusus tentang memanage kata hati yang selalu memberi kebaikan kedepannya. Lakukan saja Saya sedang memasak nasi. Mudah, tinggal cuci, kemudian masukkan ke dalam rice coocker. Tapi, ada hal lain yang ingi
    Read More
  • 14

    Oct

    Sempat Ragu, Tapi Untunglah Percaya Diri itu Penting

    Semua peserta membawa kamera profesional. Mulai dari SLR hingga DSLR. Saya *nunjuk diri, hanya mampu membawa kamera hape lumia 520. Karena misinya datang acara mereka sambil nyelam minum air, maka keberanian mental yang dipertaruhkan. Alhamdulillah. Bersyukur waktu itu ternyata beberapa peserta saya kenal. Acara yang pertama kali dilaksanakan ini adalah tentang fotography yang tujuannya mengenalkan Semarang melalui lensa kamera kepada dunia. Kebetulan lokasi yang dituju adalah pasar gang baru. Saya berterimakasih kepada Lopen yang selalu punya agenda menarik membawa saya menemukan tempat yang baru. Satu lagi, orang inspiratif dan imajinatif Saya bertemu dengan mas Yuliansyah Ariawan yang ngadain acara. Beliau yang kuliah di luar negeri ini adalah asli Semarang. Pekerjaannya dibidang foto
    Read More
  • 2

    Oct

    Agus Widanarko : Sosok yang Eksis Bersama Komunitas

    Saya adalah orang yang beruntung dapat bertemu mas Agus Widanarko, awal Oktober kemarin. Dedikasinya terhadap komunitas lebih besar dari apa yang dapat dilakukan oleh saya. Sebab itulah, saya menaruh rasa hormat paling tinggi terhadap beliau. Orang yang foto bersama saya diatas adalah mas Agus tapi bukan Agus Magelang. Beliau orangnya sangat terbuka dan suka melempar senyum. Tak ada yang istimewa bila melihat sosoknya dari casing alias permukaan. Hehe.. Tapi, saat acara BkkbN kemarin, saya benar-benar terkesima dengan pengalamannya yang luar biasa. Mungkin itulah yang membedakan saya dengan beliau. Sebut saja pekerjaannya yang dulunya suka menghandle acara pertunjukkan, manajemen artis dan dunia antah berantah yang memberi nikmat bagi muda-mudi yang masih mencari jati diri. Kini, saya tah
    Read More
  • 21

    Sep

    Update Karya di Facebook, Mereka Berhasil Menarik Penerbit

    Ada cerita menarik dari acara Launching komik mak Irit, kamis sore (18/9). Selain mbak Rahmi, ada seorang ilustrator yang baru saya kenal ternyata juga mendapatkan hati para penerbit. Mereka memanfaatkan jejaring sosial bukan sekedar pamer status tapi sebuah karya. Mbah Rami dari sudut pandang saya pasti sangat bangga dengan apa yang dilakukannya. Termasuk saat ia menerima email dari penerbit yang menawari karyanya dijadikan sebuah tumpukan kertas yang dijilid dan terpajang di toko-toko buku. Semua orang akan merasa tersanjung dan mengatakan pada dirinya, atau bahkan memastikannya lebih jauh dengan bertanya dengan keluarga, apakah ini benar? *cubit pipi. “Penerbit itu mengajak saya menerbitkan karya yang ini”. Mulailah memanfaatkan jejaring sosial sebagai pasar Sambil meminum
    Read More
  • 5

    Sep

    Belajar dari Keterbatasan! (Dari Buku Kreatif Sampai Mati)

    Keterbatasan, semua orang tidak menyukai kata ini. Namun, sejarah di dalam kehidupan kita penuh dengan contoh dari kecerdikan manusia menampilkan kreativitas ketika berhadapan dengan keterbatasan. Postingan ini ditulis untuk mereka khususnya adek saya yang merasa memiliki keterbatasan (bukan fisik, tapi kemampuan). Siapapun juga. Meski terlihat menyalin, setidaknya si pemilik buku mau memaafkan saya untuk ini. Ilustrasi gambar : Google Halaman 112 dengan warna hijau dari buku ini, disinilah saya mendapatkan pembelajaran menarik tentang keterbatasan. Sama seperti yang saya lakukan ketika menjadwal waktu online saya harus 2 jam. Keterbatasan mampu mengeluarkan kemampuan sesungguhnya dari diri kita. … Sejatinya keterbatasan adalah lahan subur di mana benih-benih kreativitas tumbuh dan
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post