• 6

    Feb

    Menjadi Blogger Film, Benarkah Perlu Modal Besar?

    Saya tertarik dengan komentar salah satu peserta Liga Blogger Indonesia berikut ini, ” Kalau diperhatikan blogger film di Indonesia belum banyak lho Mas Nugroho. Dan ini peluang besar. Tapiii rasanya aku belum tertarik menjadi blogger film. Modalnya gede, beud! Haha. Ya, betul sekali. Menjadi blogger film itu harus berbiaya mahal. Apalagi nonton dengan biaya dari kantong sendiri. Saya merasakan betul menjadi blogger film bersama kofindo. Tapi, beberapa keuntungan bisa didapatkan dari sini. Blogger film yang dibayar Saya punya teman yang kerjaannya pergi ke bioskop untuk nonton. Bukan sekedar film Indonesia tapi juga film-film hollywood. Sempat iri rasanya melihat aktivitasnya tanpa beban materi. Namun setelah sering ketemu dan kopi darat, barulah tahu jika teman saya ini rupanya be
    Read More
  • 1

    Dec

    Seru-seruan Nobar Film Unlimited Love

    Menjelang awal Desember, saya sangat bahagia sekali. Setelah didatangin sahabat yang berlibur ke Semarang, acara nobar menjadi cerita pemanis akhir tahun. Sungguh, semua itu menyenangkan untuk diceritakan dan dikenang. Lama tidak nobar bareng kofindo membuat rindu itu berpuncak pada titik yang melegakan, minggu sore (30/11). Kurang dari 40 orang yang didominasi kaum muda ini mengikuti acara seru-seruan nobar di Citra 21 yang katanya sebentar lagi akan berganti nama. Dibalik Nobar Butuh perjuangan mendapatkan serunya nobar kali ini. Dalam rentan beberapa jam, saya harus mengumpulkan berbagai orang yang kebetulan ini hari libur. Susah. Bahkan diimingi gratis pun, ajakan saya ditolak. Mending ditolak, ini ditanya cuma bisa bantu RT. Dikira mau sebar event, main RT aja, haha… Pioritas u
    Read More
  • 13

    Jun

    Mencintai, Tak Perlu dibuktikan Dengan Tindakan (Kofindo)

    Ini bukan soal galau melanda beberapa waktu belakangan. Kalian tahu, saya adalah pecinta film Indonesia. Hampir 1 bulan terakhir, saya harus memendam perasaan untuk pergi ke bioskop karena alasan sesuatu. Ini karma namanya. Sok ngomong cinta, akhirnya menderita. Saya minta maaf untuk diri saya sendiri dan mungkin kalian yang menafsirkan diri saya adalah pecinta film Indonesia. Saya mulai jarang ke bioskop, apalagi ditambah agenda Semarang Blogger Festival. Mau tidak mau, saya harus berhemat. Lumayan, 30 ribu seminggu dikali 4 minggu sama dengan 120 ribu. Nambah-nambah donasi. Maafkan saya begitu mencintai dan begitu juga membencimu. Alah….. :) *efek 3 bulan. Katanya wanita diam bukan berarti tidak mencintai, dan laki2 mencintai dikira pura-pura #priaseksi Salam blogger
    Read More
  • 10

    May

    Tidak Menyenangkan Kalau Tidak Punya Uang

    Judul yang bodoh kalau dibaca oleh kalian. Sebagian orang jelas pasti tahu dan akan tertawa membacanya. Termasuk saya yang menulis. Tapi alasan lainnya saya menulis ini adalah … Saya tidak dapat nonton film Indonesia di bioskop. Apalagi filmnya, keren-keren. Rasa cinta terhadap film Indonesia harus mengalah dengan keadaan. Semenjak harus melaksanakan kewajiban *LBI, mau tidak mau resiko yang terjadi harus diambil. Saya sebenarnya dapat mengulas film tanpa harus pergi ke bioskop, sayang tapi. Ada yang ganjil jika ibaratnya gak makan kok tiba-tiba kenyang. Hidup gak selamanya indah. Cinta gak selamanya nikmat. Tetap saja butuh uang untuk merasakan. Siklus hidup, mau tidak mau tetap semangat. Salam blogger Gambar : Google
    Read More
  • 6

    Feb

    Ketika Tidak Update

    Masalahnya masih sama, keterbatasan lagi-lagi menjadi penghalang. Digembor-gembor dari awal bahwa lebih baik kerja cerdas ketimbang kerja keras, nyatanya harus menggerutu lewat tulisan disini. Akhir pekan, minggu pertama dibulan Februari. Masih ditemani segelas kopi sambil membaca majalah. Saya tiba-tiba mendapat inspirasi yang telah lama hilang. Majalah MHI yang dulu memberi banyak motivasi kini seolah hadir untuk memberi inspirasi. Thanks Difa, udah mengingatkan. Jari-jari ini mulai serius menggelitik tiap papan huruf yang ada di keyboad. Darah saya mendidih untuk segera mendapatkan semangat itu kembali. Sayang, saat update status di twitter, mau tidak mau saya harus juga mengecek akun lainnya. Akun film untuk hari ini masih belum update. Entah, ini karena masalah keterbatasan lagi atau
    Read More
  • 12

    Dec

    Wah, Film Dapat Menjadi Sarana Berpolitik

    Saya sudah menonton film Soekarno saat tayang perdana di bioskop Semarang hari ini. Tanggalnya unik, 11-12-13 dan mengejutkannya film ini diputar di bioskop yang tidak biasanya memutar film Indonesia yakni Eplaza. Kejutan spesialnya, saya nonton dua kali dan terakhirnya itu bareng pak Walikota. Saya memberi applaus terlebih dahulu untuk film ini yang dibuat oleh sutradara Hanung. Cerita menarik dan lebih tergambar dari banyak sudut pandang ketimbang buku sejarah masa saya sekolah dulu. Cobadeh tonton, seru pasti. Seperti judul diatas, film dapat menjadi sarana berpolitik. Sepertinya menjadi benar ketika saya melihat film ini bukan lagi sebuah tontonan mengenal sejarah. Hadirnya pak Walikota di bioskop bersama sekelompok orang (mungkin kader) membuat saya berasumsi tentang tahun 2014. Bahw
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post