• 27

    Jun

    2 Alasan Tim Eropa Berguguran di Piala Dunia 2014

    Harapan yang begitu tinggi terhadap tim-tim Eropa semacam Spanyol, Inggris, Italia,Portugal dan lainnya membuat para pendukungnya harus menelan kekecewaan yang mendalam. Lalu, apa sebabnya beberapa tim tersebut berguguran? Saya suka sepakbola. Pengalaman yang berkesan nonton piala dunia pada saat piala dunia 1998. Saya menyaksikan piala dunia waktu itu ditengah laut. Haha.. maksud saya sedang naik kapal untuk menuju pulang *mudik. Tahun ini, saya berharap pada jagoan saya yang saya jagoin di tahun 98, yaitu Brazil. Tapi tidak mengkesampingkan Portugal yang ada Ronaldo sebagai ikon sepakbola tahun 2014. Faktor Cuaca Mungkin dihelatnya Piala Dunia di Amerika Latin atau Brazil, menjadi sebuah takdir untuk tim-tim di negara Amerika berpesta besar. Menggenggam lalu menemukan siapa yang bert
    Read More
  • 19

    Jun

    Selamat Tinggal Spanyol!

    Sebuah tendangan dari luar kotak pinalty di menit 83 menjadi asa untuk keluar dari keterpurukan. Sayang, usaha Iniesta tak berbuah hasil. Selamat Tinggal juara Dunia, Spanyol! Apa yang dipikirkan sang kapten yang gawangnya kembali bobol lebih dari satu gol? Hancur, hilang gairah dan menjadi pesimis. padahal ia harus menyemangati timnya yang masih bermain. Dengan kekalahan 2-0 melawan Chili, tim Matador harus mengemas koper lebih awal. Ini seperti sebuah takdir yang mau tidak mau harus diterima oleh sebuah juara dunia. Dan bersamaan itu, Spanyol tidak sendiri. Bersama Australia, Spanyol adalah tim kedua yang harus mengubur impian mereka. Dan bersamaan pula, pertandingan kedua tim ini akan tersaji hanya sekedar pelengkap. Kutukan sang juara dunia Seolah membenarkan kutukan sang juara dunia
    Read More
  • 17

    Jun

    Bahkan, Dewa(pun) Tak Mampu Menolong Sang Maestro Fantasista, Ronaldo!

    Sore itu sulit membuktikan siapa yang mengalah dan patut disalahkan. Benar-benar tak berdaya diantara mereka yang berjaya. Dimana Dewa keberuntungan yang biasa menaungi Ronaldo? Luluh lantah mengawali pertandingan pertama Portugal melawan Jerman (16/6). Entah, mimpi apa semalam bagi sang maestro dan fantasista Portugal ini. Karena semua beban yang diberikan kepadanya bukankah sama seperti kemarin, saat menghantarkan tim ini lolos melewati hadangan negara sang Jumawa, Ibramovic, Swedia. Langit negara Brazil yang cerah tersebut menjadi saksi bagaimana ketidakdayaan Portugal dihantam Jerman dengan skor 4-0. Penjahatnya kali ini adalah Thomas Mueller dan Pepe. Semua orang dibelahan dunia yang menyaksikan pesta akbar 4 tahun sekali ini mungkin tidak akan merasa tenang bahwa tim yang didukungny
    Read More
  • 17

    Jun

    Dalam 1 Tim Tak Ada 2 Fantasista #TimnasU19

    Memenangkan sebuah pertandingan adalah kebahagiaan terbesar bagi sebuah tim. Tapi tidak dengan seorang yang berlabel Fantasista. Dalam satu tim, tidak mungkin ada 2 fantasista!! Pluit tanda pertandingan babak kedua tlah berakhir antara timnas U-19 melawan Pra Pon Riau yang berkesudahan 4-0 buat tim garuda jaya di stadion Riau Main Stadium, Pekanbaru, senin malam (16/6/2014). Sungguh itu pertandingan yang luar biasa karena dihadiri ribuan suporter yang menjadi magnet tersendiri. Siapapun yang berdiri ditengah lapangan pasti tidak dapat melupakan malam itu meski harus kalah sekalipun. Kapan lagi bermain ditengah ribuan suporter sekelas exhibition. Paolu Sitanggang menjadi bintang lapangan sebelum direbut kembali oleh sang Kapten yang memiliki aura kebintangan. Mungkin Paulo sadar, ini tidak
    Read More
  • 15

    Jun

    Samurai Jepang Gagal Melawan Para Raksasa "Pantai Gading"

    Tidak semua fantasista mampu mengubah nasib pertandingan untuk kemenangan negaranya. Inilah yang terjadi dalam pertandingan Jepang versus Pantai Gading yang berkesudahan 1-2 hari ini (15/6). Ada apa dengan para fantasista? Saya menyaksikannya pada babak kedua. Skor udah menjadi 1-2. Dilihat dari susunan pemain, Jepang memiliki 2 fantasista yang [seharusnya] dapat mengubah keadaan tim negara mereka. Sayang beribu sayang, meski Jepang memiliki 2 fantasista yaitu Honda dan Kagawa, semua tak berarti ditangan para raksasa “Pantai Gading”. Mereka yang menggunakan kustom orange terang ini mampu menghancurkan sabitan samurai Jepang. Nama-nama seperti Drogba, Toure dan lainnya, terlihat dari fisik, mereka sangat unggul untuk terlihat lebih kuat dan besar dari segi fisik. Andai perta
    Read More
  • 15

    Jun

    Balotelli sang Fantasista Italia

    Menit 72 akhirnya Balotelli keluar lapangan. Dan skor pun tidak berubah untuk kemenangan Italia atas Inggris. Skor 2-1 menutup pertandingan pertama dua negara ini (15/6). Sang fantasista adalah orang yang mampu menggunakan perasaannya atau feelling yang dapat mengubah nasib. Saya melihatnya pada Balotelli. Bukan karena dia pencetak gol terakhir, tapi lebih dari apa yang dimainkan saat dilapangan. Sebenarnya masih ada seorang fantasista lagi dipertandingan ini yaitu Pirlo. Sayang, ia tidak terlalu terlilhat. Seolah sinar kebintangannya redup karena tekanan tim lawan yag bernafsu menekan. Inggris tidak memiliki seorang fantasista. Permainannya menjadi basi dan mudah ketebak. Ibarat, bermain dengan logika. Roney sebenarnya mampu memberi asa, sayang sama halnya dengan Gerard, Roney hanyalah
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post