Kemasan Baru, Saya Belum Bisa Move On Dari Blogdetik Lama

1 Apr 2015

Maret 2015 menjadi petanda baik buat penghuni blogdetik. Mulai dari komunitasnya, bloggernya dan para punggawa didalam (bekerja) blogdetik itu sendiri. Saya sendiri malah nggak suka dengan tampilan barunya ini.

Saya sempat terkejut dengan perubahan yang terjadi di halaman blogdetik. Beberapa perubahan yang paling mencolok tentu adalah tema blogdetik itu sendiri. Gaya modern menggantikan yang lama benar-benar fresh untuk mengingatkan saya sudah berapa lama saya ngeblog disini.

Selain itu, perubahan yang bisa terlihat adalah nama domain. Dari blogdetik.com menjadi blog.detik.com. Apakah ini new branding dengan berharap 675 ribu members akan lebih banyak esoknya setelah dapat yang baru ini? Entahlah, semoga ini bukan karena platform kompetitor sedang naik daun.

Akhirnya, Komunitas lagi

Sebelum memasuki bulan Maret, blog detik masih mengusung tema ‘membangun personal branding’, maka sekarang ini tema yang diusung, bisa dilihat di pojok kanan diatas Tulis blog, seruan komunitas begitu berani disebutkan.

Hal ini menarik bila melihat blog detik yang hadir tahun 2008 berhasil menarik perhatian blogger-blogger Indonesia untuk bergabung dengan mereka. Bahkan, komunitas-komunitas hadir dengan sendirinya tanpa adanya arahan untuk membangun komunitas.

Sakin kerennya, saya membangun dotsemarang tahun 2010 dan melegalkan diri alias mengenalkan betapa kami tertarik untuk menjadi bagian dari blogdetik (saat itu) dengan cara berkunjung ke kantor detikcom.

Perjalanan panjang, blogdetik terus membahagiakan membersnya dengan berbagai kegiatan. Salah satunya yang paling sering tiap tahun adalah ‘gathering blogdetik‘. Semua komunitas dari berbagai daerah termasuk individu yang berasal dari daerah pun ikut nimbrung. Alhasil, tali persaudaraan dan kekeluargaan terbangun dengan indah. Ini alasan saya mengapa masih menggunakan blogdetik hingga sekarang.

Namun, mereka sepertinya sadar. Membangun komunitas itu artinya banyak tuntutan datang. Komunitas minta diperlakukan lebih baik karena mereka adalah duta untuk membangun branding blogdetik di daerahnya. Dan ini jadi tantangan sendiri bagi mereka dan komunitas.

Sadar terdesak, dan perubahan manajemen begitu terasa, akhirnya mereka mulai kurang menggandeng komunitas. Yang tidak bertahan, hilang tanpa jejak meski orangnya masih ada. Termasuk dotsemarang, komunitas blogger daerah yang menghilang seiring hilangnya anggota dan tetap bertahan dengan namanya saja. Disayangkan rasanya, mengingat program yang pernah dikatakan.

Sekarang, blog detik hadir dengan seruan ‘Yuk Gabung Bersama Komunitas Blogdetik”. Dan juga penambahan tagline “Platform Blog Lokal Asli Dari Indonesia” menjadikan ini arti yang menarik buat saya. Apakah ini jawaban atas kompetitor yang makin ngehits saja. Semoga saja, bukan.

Jadi ingat, apa yang disampaikan dulu bahwa mereka terpaksa tercebur kedalam komunitas. Setelah itu, mereka benar-benar menarik diri. Sekarang malah sebaliknya?

Tolong, pertahankan blogdetik lama

Mari lupakan curhatan diatas yang selalu akan saya ingat kedepan. Dengan kemasan baru, blog detik tentu sangat menarik. saya percaya itu. Sayangnya, pengguna lama tidak dioptimalkan untuk mengetahui lebih dulu soal ini. Dalam bahasa marketing, membangun brand baru setidaknya ada sesuatu yang dilempar kepada konsumen setia. Oh, tidak. Mereka benar-benar membangun dirinya sendiri.

Saat mulai masuk ke halaman dashboard, saya suka warnanya. Tapi ada yang kurang. Saya masih kaget untuk mengetahui hal baru ini. Apakah tema blog saya saat dibuka nanti ikut berubah? Ini yang sebenarnya saya takutkan.

Beruntung, halaman dashboard lama masih dipertahankan. Meski agak ribet untuk kembali mengisi login, tak apalah. Halaman blog saya sudah benar-benar memaknai branding yang saya bangun. Jangan sampai berubah mengingat saya sudah sangat suka.

Ini pesan saya saja buat blogdetik. Silahkan dipercantik kemasannya, tapi tolong, saya member lama kalian. Tolonglah, halaman dashboard tetap dipertahankan. Saya masih suka ada disana. Bila suatu hari harus berganti, tolong kabarin saya terlebih dahulu.

Blog detik sesuatu yang sudah menjadi bagian hidup saya sehari-hari. Dengan platform ini, saya banyak berjumpa banyak orang dan komunitas. Bahkan, cibiran selalu datang karena membangun blog tidak dengan milik sendiri dan numpang itu rasanya kurang afdol.

Tenang, saya masih setia dengan platform ini hingga sekarang. Mereka yang mencibir karena mereka kurang berkomunikasi dan berkomunitas dengan members dsiini.

Apapun yang mau diganti dari platform mereka tentu saya tak punya kewenangan apapun. Mengingat saya hanyalah members. Tapi sangat disayangkan, kenapa baru sekarang. Dimana ide-ide members yang dulunya berkomunitas tak pernah dapat dimanfaatkan.

Bila melihat banyaknya iklan di halaman, dan bagaimana membangun komunitas lewat program offline, mereka bukan lagi membangun keakraban semata. Ini sudah murni bisnis. Semoga, ini baik dan membersnya tetap diperlakukan baik. Jangan sampai kebijakan mempengaruhi segalanya.

Terakhir, tolong untuk dashboard lama tetap dipertahankan. Saya masih suka ada disana dengan kustomisasi yang sudah saya bangun dari dulu.

Sukses terus buat blog detik kedepannya!
**Catatan pribadi bukan postingan titipan

Salam blogger


TAGS Blogdetik


-

Author

Search

Recent Post