Lagi, Ketemu Marketing yang Sebenarnya Bukan Bidangnya

27 Mar 2015

Hari ini saya ngetweet tentang ‘bekerja tak perlu passion’. Pemikiran ini didapatkan saat dijalan setelah melihat pameran gadget di salah satu mall di Semarang. Lagi, marketing yang beralasan ini tidak sesuai dengan jurusannya (lulusan).

Dia adalah seorang wanita, manis dan berjilbab. Bukan, bukan mau pedekate. Saya selalu senang menyapa terutama wanita. Maklum, acara pameran kebanyakan wanita yang menarik untuk ditegur ketimbang laki-laki.

Bagi saya, wanita selangkah lebih baik ketimbang pria saat berhadapan dengan konsumen. Termasuk kelebihannya dari sisi fisik seperti tubuh dan wajah. Gesturnya itu yang menggunakan perasaan membuat pengunjung yang tidak mau mampir jadi kepergok melirik-lirik dan akhirnya pasrah (tidak menjerit) diajak ke stan mereka.

Obrolan saya sederhana dan kebiasaan saya yang tak terduga. Suka kepoin apa yang disampaikan mereka sih. Apalagi bagian marketing yang tak memiliki seni menjual. Bagaimana perusahaan bangga, coba!

Saya hanya berbicara tentang pengalaman yang saya alami selama ini. Tentu tidak semua orang mengalaminya. Termasuk si mba marketing ini yang hari ini menjaga stan perusahaannya.

Beberapa waktu berbincang, akhirnya dia seakan terpaksa mengatakan bahwa ia dari jurusan pendidikan. Maklum, pertanyaan saya seputar nilai jual perusahaannya tidak mampu dijawab. Tega banget yah, saya.

Alasan ini seakan menyelamatkan dia dari pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah ia lakukan. Saya sempat merasa berdosa dengan apa yang saya lakuin. Tapi beginilah yang terjadi. Dunia membutuhkan mereka yang mau. Terlepas apa yang kita miliki.

Pekerjaan seolah tak mengenal Anda darimana. Pekerjaan membutuhkan orang yang siap dan suka menangkap peluang. Ini baik buat mereka yang belum punya masa depan (Besok kerja apa). Harga matinya adalah belajar dan belajar untuk menyesuaikan dengan kemampuan.

Yah, passion bagi mereka tak ada artinya. Pendidikan yang ditempuh saat kuliah juga tak begitu berarti selain ijazah yang begitu mengerti apa kemampuan perusahaan.

Semoga, mereka yang bekerja dengan ini bisa bertahan karena harus belajar terus. Dan bagi yang belum berpikir tentang masa depan, cobalah dari sekarang menentukan masa depan.

Salam blogger


TAGS marketing


-

Author

Search

Recent Post