Blogger : Yuk, Bangun Ekosistem Kalian

24 Mar 2015

Gambar : Google

Ini bukan istilah yang digunakan dalam dunia penelitian atau pendidikan. Hanya mengambil istilah untuk membangun kekuatan yang lebih besar. Saling membutuhkan, berbagi, dan semoga sama-sama saling menguntungkan.

Pekan ini, pekerjaan saya akan berkurang setidaknya. Liga Blogger Indonesia menutup pekan terakhirnya di pekan keduabelas. Ada rasa kehilangan sebenarnya. Namun, semua harus mengikuti aturan. Selesai itu artinya berakhir.

Mengapa harus membangun ekosistem?

Layaknya rantai makanan atau piramid dalam tata kehidupan alam, ekosistem berguna juga bagi seorang blogger. Dengan terbentuknya ekosistem, seorang blogger dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya yang sudah cukup sudah dimiliki sebelumnya.

Dalam bahasa marketing, kalau pendekatan produk tidak bisa, karena sudah banyak produk sejenis, maka cara terbaik adalah mengenal ekosistemnya atau setidaknya membangun ekosistem.

Musuh besar blogger saat ini adalah media sosial. Ini tentu. Tapi musuh sebenarnya alias kompetitor adalah media online yang dibangun perusahaan besar yang bermodalkan orang-orang profesional. Bagaimana bisa move on kalau sudah begini.

Eksositem seorang blogger sendiri menurut pengalaman saya hingga sekarang adalah hubungan antar sesama. Kita harus berteman dengan followers kita, kompetitor, perusahaan, pemerintah dan lain sebagainya.

Jangan ragu sekarang menuliskan postingan dengan mencantumkan merek perusahaan. Bagaimana mau menarik mereka kalau mereka tidak kenal kita. Cara terbaiknya adalah promosi tentang mereka namun dengan bahasa santai.

Anda dibutuhkan oleh perusahaan. Anda direkomendasikan oleh rekan dan teman. Anda dicari oleh pemerintah untuk promosi pariwisata. Google mencari data Anda karena Anda suka memposting. Inilah yang saya maksud ekosistem.

Bagaimana Anda bisa membangun personal branding sedangkan Anda sendiri kurang memahami kebutuhan Anda sendiri maupun orang lain. Bagaimana bisa Anda tetap bertahan ketika Anda bergaul dengan orang yang tidak suka beraktivitas menulis juga.

Di Semarang saya memulainya beberapa tahun terakhir. Itu tidak mudah, kawan. Selain tetap menjaga konsistensi, saya harus tetap bersabar menunggu waktu berganti tiap pekan.

Sekarang, saya setidaknya bisa berlapang dada. Bisa berhubungan dengan berbagai pihak namun tetap identitas saya sebagai blogger tetap terjaga. Mereka butuh dan saya juga butuh. Karena itu sebuah ekosistem yang saling menguntungkan.

Terimakasih buat peserta Liga Blogger Indonesia 2015. Semoga tema terakhir memberi ruang selebar-lebarnya untuk kalian semua dapat bermanfaat disekitar. Baik perorangan maupun dalam lingkup yang lebih besar.

Salam blogger


TAGS blogger ekosistem blogger


-

Author

Search

Recent Post