2 Hari Menjelang Ngabubur IT
1 Agustus 2012 oleh asmarie

Tak terasa waktu semakin menipis saja menjelang ngabubur IT. Jam demi jam terlewati, hari berganti tanpa takut tersakiti. Bahkan, tubuh ini menari-nari diatas kegelisahan menanti. Oh, janji.. seakan mendekati mati.
Gorongtalo dan Bandung sukses ngelewati hari yang dinanti. Sekarang, pikiran ini tak sabar menanti mereka datang ke Semarang. Saya ingin Semarang bukan sekedar menjadi tempat penyelenggara dan kemudian sukses! Tapi memberi kesan kepada banyak orang bahwa Semarang adalah kota eksotis yang luar biasa.
Ngomong-ngomong soal eksotis, beberapa hari lalu saya sharing bersama teman-teman Hysteria. Sebuah komunitas yang konon dulunya adalah kumpulan orang-orang kesenian yang ingin sekali membudayakan kearifan lokal khususnya kaum muda Semarang. Sekarang, Hysteria berubah menjadi sebuah organisasi yang tubuhnya bisa digunakan bagi komunitas baru yang ada di Semarang untuk mendampingi semua kegiatan bersama.
Wah, impian saya ingin sekali mengikuti jejak Hysteria yang menjadi organisasi. Memiliki payung hukum dan anggara rumah tangga sendiri. Tapi tunggu dulu, ibarat sebuah keluarga, saya harus memperbaiki dulu rumah tangga tersebut.
Semarang kota eksotis
Di minggu malam, di acara sharing tersebut, dengan suara lantang meski bukan bermaksud menantang, saya mengatakan bahwa Semarang adalah kota Eksotis. Tidak cantik dan juga tidak jelek. Tidak seperti Jakarta maupun Bandung atau juga Surabaya. Konon, eksotis itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang memahami seluk beluk kehidupan bukan memandang dari kulit luar.
Alhasil, Semarang menjadi kota yang paling adem ayem untuk ukuran ibukota di pulau Jawa. kalah bersaing dengan tetangga yang memiliki pemimpin berkharismatik. Persoalannya bukan pada masyarakatnya, tapi pada budaya yang tidak ingin kota ini bisa mengangkat lebih jauh lagi.
Yah, masyarakat. Seringkali saya menemui banyak teman-teman baik dari kalangan anak muda bahkan orang dewasa berpikir yang sama tentang Semarang. Pikiran mereka hanya satu, bagaimana kota tercinta mereka ini bisa diangkat lebih tinggi lagi atau setara dengan kota-kota besar yang ada di Indonesia.
Semua memiliki ciri masing-masing untuk memajukan kota ini. Sedangkan saya, yang saya tahu hanya bisa ngejual kota lumpia ini dengan media informasi. Saya heran, ngeliat media-media besar tak pernah satupun mencantumkan kota tempat saya tinggal saat ini. Coba lihat saja detikcom, okezone dan sebagainya. kanal-kanal berita mereka untuk daerah seakan tak mampu menembus kota metropolis yang dianggap kedua ini.
Padahal, ada surat kabar terbesar di Jawa Tengah. Entahlah, saya tidak ingin membicarakan politik atau permainan kong kalikong. Yang saya tahu, saya adalah kaum muda yang peduli bagaimana menjadi orang berguna selama hidup bukan menjadi orang yang digunakan untuk mensejahterakan kehidupan.
Mati perlahan-lahan,
Saya duduk diantara rekan-rekan saya di basecamp hysteria. Alhamdulillah, acara tersebut cukup sederhana dan membuat saya sadar, saya tidak sendiri memperjuangkan kota ini. Ada mas Pepeng, mas Adin, mas Purna dan beberapa lainnya.
Oh ya, saya tiba-tiba terkesima dengan kehadiran andin. Perempuan cantik yang memiliki tinggi diatas saya. Dengan background adalah mantan finalis putri Jawa Tengah. Terperangah dan tak bisa berkata apa-apa. Iah, saya sadar diri untuk ini. Cantik dan prestasi adalah anugerah dari Tuhan. Jujur saya kagum dengan dia
Anin itu yang biru bukan yang sebelahnya
Tak bosan-bosan membicarakan sebuah komunitas. Entahlah, saya ini paling sensitif mendengarnya. Memang semua manusia di dunia ini memiliki ciri khas yang berbeda. Tapi, kenapa toh, saya gak dianugerahi jiwa pemimpin seperti Rasulullah dan keberanian seperti Umar bin Khatab.
Pemimpin yang selalu diikuti oleh umatnya demi apapun dan kegigihan seorang yang berani mengatakan berbeda dari lainnya. Itulah film yang saya tonton beberapa hari ini menjelang sahur tiap pagi. Ada di channel MNC TV jika mau teman-teman mau menontonnya.
Kini, saya seakan mati perlahan-lahan memandang sebuah komunitas. Kegigihan saya membangun komunitas meski dengan berdarah-darah saat mendirikannya itu adalah wajar bagi siapapun yang ingin membangun komunitas. Persoalannya, ini bukan sekedar mengajak tapi memberi kebaikan yang jarang orang mau mendengar.
Hanya bisa menunggu waktu
Mungkin tulisan ini terlalu lama saya tahan untuk saya abadikan lewat blog. Beberapa hari saya kalah dengan keadaan yang memaksa saya melakukannya. Akhirnya, saya memaksakan diri hanya bermodal satu gelas kopi yang memang sejatinya bisa mengubah mood seseorang.
Bahkan, tadi pagipun saya sempat kesal melihat rekan-rekan saya. Ketika waktunya bekerja, dua orang harapan saya malah meliburkan diri. Yang satu karena belum tiba di Semarang dan alasan keluarga, sedangkan satu lagi menikmati indahnya waktu didalam kamar bersama suasana nyaman.
Andai, ini sebuah perusahaan dan memiliki ikatan kontrak. Apakah bisa mentolerin sikap-sikap seperti itu? Yasudahlah, lebih baik saya katakan disini. Orang marah sudah seharusnya dikeluarkan. Karna orang marah dapat mengeluarkan semua zat-zat racun di otaknya. Saya gak mau, ketika waktunya meledak secara tiba-tiba kepada mereka tanpa melihat sikon.
Hanya bisa menunggu waktu yang tepat disaat yang berat. Oke sobat, jangan lupa acara ngabubur IT tinggal 2 hari lagi. Persiapan saya udah 85 persen. Sekarang saya menunggu teman-teman untuk berpartisipasi membantu saya untuk hadir disana.
Terimakasih
salam blogger







Nama saya Asmari, Ingin tahu lebih lengkap tentang saya, silahkan baca profil lengkap saya 
semangaaaat… semoga sukses yah acaranya Rie
Wah..semnagat juragan Asmarie….;)
salam ya buat anin….ckckckc