Dibutuhkan keberanian yang sangat kuat untuk memfasilitasi kemampuan seseorang untuk mencapai titik tersuksesnya, kalo nyalinya tanggung-tanggung akan sulit untuk mencapai sukses. Kalo nyalinya besar, mudahan ia tak besar kepala.

Aku diam. Diam membisu. Tak ada lagi sesuatu yang bisa diharapkan dari mereka yang telah diam membatu. Aku kejam, aku pemarah, trus selama ini aku siapa? Laki-laki yang bersayap atau bertopeng baja. Entahlah, galau melanda begitu saja. Tak ingin menyalahkan siapapun, yang aku tahu jika kamu ingin maju aku pegang tanganmu, jika tidak?

Dua tahun berselang, dotsemarang trus tumbuh dan berkembang. Orang-orang yang ada disekitar jatuh bergantian. Yah, tahun kedua bagi komunitas adalah tahun transisi.  Tahun yang sangat krusial untuk menentukan pilihan, apakah maju sendiri atau bersama-sama.

Udah dua hari saya membatalkan puasa dengan sengaja. Ini bukan aib atau juga kesombongan, tapi ini adalah pilihan. Dimana pilihan antara menahan sakit atau tetap bertahan. Hanya yang kuat bertahan sedangkan saya terhanyut rasa sakit yang saya alami hampir 7 tahun lebih karna sakit maag ini.

Itulah manusia! Pada dasarnya setiap orang ingin melakukan apa yang mereka senangi. Namun mereka khawatir pekerjaan yang disenanginya bukanlah jalan karier. Sehingga jalan yang dilakukan untuk mendapatkan uang setiap bulannya dan menjanjikan karier merupakan pekerjaan yang mereka tidak senangi.

Mencontoh Ariel,

Belajar dari semangat rekan-rekan ariel *peterpan*. Ketika masalah melanda ariel, rekan-rekan lainnya bersedia mengorbankan karir dan ketenaran selama 3,5 tahun menunggu sang vokalis. Berbeda dengan band kebanyakan yang selalu memutus rantai persahabatan ketika masalah terjadi.

Tak dipungkiri, meski semua personil memiliki kelebihan dalam bermusik, tak ada yang mau mengambil kesempatan. Ini namanya susah senang bersama. Pentolan yah pentolan, cukup yang lain jadi penyeimbang.

Sikap yang keterlaluan!

Hati-hati jika sesuatu mulai menancap dalam benak bahwa kerja bukan lagi sebuah kesenangan, apalagi kecintaan. Makanya kerja dan karir adalah jerat yang menjauhkan mereka dari kehidupan pribadi yang diangankan. Namun mereka harus terus bekerja demi tugas sebagai mesin pembayar tagihan pribadi atau keluarga. Sebuah lingakaran paradox yang tak bertepi.

Mengapa sedikit sekali orang bersedia melakukan apa yang mereka cintai. Padahal dalam cinta, mereka akan mengerjakan baik dan benar. Mengapa lebih banyak orang mengejar keberhasilan karir tanpa memahmi arti bekerja itu sendiri.

Tidakkah cukup bagi mereka untuk melakukan yang terbaik dan merengkuh kebahagiaan bagi kehidupan sehari-hari? Seperti kata bijak, “jika engkau tidak cukup mengandalkan pekerjaan yang engkau dapatkan. Maka, kehidupanmu akan lebih bergairah dan tidak akan menganggap pekerjaan itu sebagai beban yang mengorbankan hal lainnya.

Dalam pekerjaan apapun pasti akan ada hari luang diri sendiri dan keluarga. Tinggal menjadikan waktu luang itu menjadi waktu yang berkualitas bagi kita bersama orang yang kita cintai. Kemudian hasil pekerjaan yang kita cintai pun akan kita hargai sebagai manusia yang bekali talenta.

Ini adalah coretan yang sampai saat ini dipublish, saya tak tahu mau ngasih apa judulnya. Ada yang bisa bantu?


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • TwitThis