Gak Sengaja, Ikutan Diskusi Penyelamatan Musik di Era Digital
17 Juli 2012 oleh asmarie
Mungkin saat ini untuk membuka akun 4shared rasanya agak ribet daripada sebelum-sebelumnya. Jika perkiraan saya benar, maka 4shared sudah menutup layanan gratisnya untuk diambil cuma-cuma. Yang boleh ngambil, siapa dunk?
Salah satu pengalaman menarik di Jakarta adalah mengikuti diskusi Penyelamatan Musik di Era Digital pada tanggal 9 Juli 2012 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat.
Acara ini sebenarnya bukan agenda dari FGD 2012 yang berlangsung sebelumnya (6-8 Juli). Tapi, ketidaksengajaan saat berkunjung ke gedung lembaga dinas Kominfo yang berada di depan monas. Waktu itu saya dan mas Dwi ingin menemui mas Bambang Asmoro, sekedar silaturahmi dan mempererat jaringan.
Rupanya nasib berkata lain. Mas Bambang mendapat undangan untuk menghadiri acara disukusi mengenai stop illegal upload download di gedung kementrian Pariwisata. Saya yang sudah duduk didepan meja beliau bersama mas Dwi akhirnya diajak sekalian. Nih, bagus buat blogger, sahut beliau sambil melangkah keluar.
Gedung Kementrian Pariwisata & Ekonomi
Kaki kami melangkah menuju lokasi acara. Saya jadi orang yang paling lambat diantara mereka. Pemandangan gedung-gedung pencakar langit memang menarik perhatian saya waktu itu. Itulah sebabnya, setiap ada momen saya selalu mengabadikannya lewat kamera makanya saya agak melambat. Untuk jarak dari kominfo dan Pariwisata sangat dekat. Bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Siang menjelang dan tak mau tenggelam. Perlahan saya mulai merasakan lapar yang benar-benar membuat pikiran saya kalut. Maag bisa kambuh nih. Tapi setelah masuk kedalam dan jam sudah menunjukkan waktu makan siang, kebawelan perut saya akhirnya luluh juga.
Yah, acara ternyata akan dimulai setelah makan siang. Beberapa menu makanan sudah tersedia di meja. Alhamdulillah, meski bukan sebagai undangan, kehadiran saya dan mas dwi tentu memberi porsi lebih untuk tempat duduk yang masih banyak kosong di acara ini.
Gedung ini memang sangat besar, tak sia-sia saya datang jauh-jauh dari Semarang untuk bisa melihat ini semua.
Ini mas Dwi - Bloggerborneo
Setelah makan siang, sekitar pukul 14.00 wib, acara dibuka oleh pemimpin redaksi warta ekonomi. Itu yang saya lihat dari rundown acara. kemudian sambutan dari Drs. Ukus Kuswara, MM, sebagai Dirjen Ekonomi kreatif Berbasis Seni & Budaya, Kemenparekraf RI.
Sesi Pertama membahas tentang perkembangan tren musik di Era Digital serta efek positif dan Negatif. Narasumbernya pun, sangat terkenal rata-rata. Ada Dedy Kurniadi, SH, MH, Pengamat HAKI. Dharma Oratmangun, ketua Umum yayasan Karya Cipta Indonesia, Ello- artis yang hadir dan Gumilang Ramadhan, Wakil ketua ASIRI.
Akibat dari illegal upload dan download
Berbagai efek trend musik digital
Satu sesi menarik sebelum melangkah ke sesi selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Ada sesorang, entah siapa dan saya memang belum kenal semua pelaku industri musik, bertutur seperti mengajak berantem, ” Diskusi ini untuk apa? Jika hanya tak ada tindakan nyata. Coba lihat, di area *lupa mana, pembajakan merajarela dan dekat dengan pos polisi, tapi tetap saja nggak ada tindakan dari aparat. Lalu, apa yang diharapkan dari diskusi ini jika tak ada tindakan berarti. *itu yang saya ingat.
Silih berganti, penanya ngeluarin unek-uneknya dalam diskusi ini. Bahkan, moderator sempat kesal setiap menanggapi komentar dari penanya. Itulah adegan yang bisa membuat mata saya kebangun kembali.
Pukul 15.30 wib, acarapun break sejenak. peserta dipersilahkan menyantap kopi dan beberapa snack.
Setelah semuanya beres, sesi kedua pun dimulai. Agenda yang dibahas adalah Solusi-solusi Masa depan Musik Digital Indonesia yang lebih baik. Acara makin menarik, karena beberapa penanya sebelum sesi kedua memutuskan meminta jawaban pasti apa yang akan dilakukan oleh lembaga ini kedepannya. Bukan janji-janji yang udah basi.
Itulah rangkaian kegiatan acara diskusi publik penyelamatan musik Indonesia di Era Digital. Jika masih bingung dengan pertanyaan diatas kemana 4shared yang tidak bisa diakses lagi maka jawabannya adalah karena harus login terlebih dahulu untuk bisa mengambil atau membuka file-file yang akan dicari.

4Shared termasuk dalam daftar situs yang dilarang untuk menyebarkan file yang gratisan. Dari sekarang, mari kita larang diri kita sendiri sebelum menyuruh orang lain untuk mengatakan stop illegal upload & download.
Salam blogger
“Sudah saatnya kita semua para seniman, industri, pemerintah, dan masyarakat menghentikan illegal download, karena secara ekonomi merugikan kita semua serta merusak karakter bangsa Indonesia yang tak mau disebut sebagai bangsa pembajak karya cipta,” kata Dharma Oratmangun, Ketua Umum Yayasan Karya Cipta Indonesia









Nama saya Asmari, Ingin tahu lebih lengkap tentang saya, silahkan baca profil lengkap saya 
semoga dengan adanya diskusi ini bisa mendorong orang untuk mulai membeli cd original
wah…..makin sulit dapat yang gratisan…
semoga makin semangat kita untuk bekerja keras.
semoga menghasilkan solusi yang terbaik untuk kita semua
sebuah inisiatif yang harus didukung secara kolektif.
Hahay, lumayan tuh buat tambah pengalaman dan wawasan…

Semoga masyarakat kita nanti mampu untuk membeli CD Original…
saya punya pandangan lain dari diskusi kemaren http://widiasmoro.web.id/?p=2460
Hari gene masih bayar, apa kata dunia. Wakakaka… Yang penting sekarang adalah bagaimana bisa mengkondisikan agar meskipun produk tersebut bisa gratis namun tetap bisa memberikan keuntungan bagi sang produsennya. Itulah gunanya social media dan internet saat ini kan?
donlot berbayar
susah juga sih kalo misalkan donlot musik jadi berbayar,,
soalnya masyarakat kita udah terbiasa dengan yang gratis,,
maupun yang mampu beli, apalagi yang ga mampu,,
hidup bajakan hehehehe…