Pertama kalinya saya melihat masjid yang punya nuansa yang berbeda daripada lainnya. Dua perpaduan budaya melebur menjadi satu yang luar biasa. Masjid Jami Cheng Hoo, itu namanya yang terpajang didepan sebelah jalan yang saya lintasi di tengah malam gelap menuju Purwokoerto. Seperti apa indahnya, silahkan lanjut lihat dibawah ini.

Akhirnya, saya bisa memotret dan mengabadikan tempat ibadah ini setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Rasa lelah saya terbayar meski tubuh ini masih saja kedinginan. Baca kisah saya sebelumnya, bagaimana saya bisa kesini. Beberapa foto saya abadikan dibawah ini, silahkan di lihat sebelum saya mulai melanjutkan ceritanya

Saya nggak mungkin waktu itu menulis langsung bagaimana hape saya gunakan untuk memotret tiap bagian dari bangunan ini. Saat saya menulis ini, saya sudah berada dirumah. Saya mulai mencari beberapa keterangan lewat google. Dan hasilnya, saya menemukan keterangan yang saya ambil dari seorang blogger seperti tercamtum dibawah ini

Berdirinya Masjid Jami Cheng Hoo ini merupakan prakarsa dari PITI (Persatauan Islam Tionghoa Indonesia). Masjid Jami tersebut diresmikan pada tanggal 5 Juli 2011 oleh Ketua Umum Simpan Pinjam Jasa. Yang menjadi ciri khas keunikan Masjid ini adalah bentuk bangunannya bergaya arsitektur perpaduan akulturasi khas China/Tiongkok dan Jawa Islam. Bentuknya mirip kelenteng. Tak ada kubah bulat. Bangunan ini banyak dihiasi ukiran dan pernak-pernik ala China seperti lampion merah.

Masjid Jami ini mulai dibangun pada tahun 2005, akan tetapi pada tahun 2006 pembangunannya terhenti disebabkan karena sesuatu hal. Pada tahun 2010 pembangunan kembali dimulai hingga akhirnya Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo berdiri dengan megahnya. Masjid Jami ini kemudian dijadikan Pusat Dakwah dan Pendidikan Islam.

Awalnya Masjid Jami ini sengaja dibuat untuk kaum muslim dan para Mualaf di daerah Purbalinggga. Jumlah Muslim Tionghoa di Purbalingga terdapat kurang lebih 130-an orang. Mereka tersebar di 18 kecamatan. Masjid Jami ini diharapkan bisa lebih memajukan Purbalingga khususnya dibidang dunia dakwah Islam. ( sumber asli tentang masjid ini saya baca disini )

Masjid Jami PITI Muhammad Cheng Hoo menjadi suatu bukti terdapatnya keberagaman agama, suku maupun ras dalam kehidupan bermasyarakat di Purbalingga. Hal ini menjadi suatu kekuatan yang luar biasa. Para muslim Tionghoa memanfaatkan Masjid Jami ini sebagai sarana tempat berkumpul mereka untuk menyiarkan dakwah dan pendidikan Islam.

Nah, itulah sedikit historis dari masjid Jami Cheng Hoo. Semoga masjid ini selalu ada hingga sampai kapanpun :D | sayang banget jika tidak diabadikan.

salam blogger


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • TwitThis