I’m Dexter

Belajar Menjadi Blogger Profesional di Indonesia

Komunitas itu Harus Bernilai, Bernyali dan Bertahan

Posted by asmarie On Februari - 6 - 2012

mas-ilik-sas

Bila diandaikan dengan jaman dulu, kebenaran saya nonton film sang Pencerah tadi malam yang diputar disalah satu stasiun televisi, komunitas sudah ada di era tersebut. Namun, istilahnya agak berbeda sedikit. Di jaman yang masih belum ada internet tersebut, orang-orang yang memiliki visi dan tujuan yang sama tersebut dinamakan PERKUMPULAN. Lalu apa bedanya dengan komunitas yang ada sekarang ini?

.

Sabtu (4/02) siang, saya menghadiri undangan yang diadakan oleh teman-teman AIESEC Undip. Acara yang bertajuk “SEA CHANGE 2012 | Roadshow conference dengan tema Social Entrepreneur Action for Change ini diadakan di Vina House. Lebih dari 150 orang hadir disana. Datang bersama rekan-rekan dotsemarang dan sebagai tamu undangan memang mewajibkan saya untuk hadir.

.

Selain itu, keinginan hadir juga dikarenakan ada mas Ilik Sas, seorang tokoh yang berlabel pengusaha dari Semarang yang sangat familiar ditelinga banyak orang di kota ini khususnya para pengusaha. Seperti biasa, beliau selalu datang dengan kesederhanaan. Terlihat dari pakaian yang beliau kenakan. Alhamdulillah hari itu adalah pertemuan pertama di tahun 2012 setelah sebelum-sebelumnya cukup akrab dengan wajah beliau di tahun 2011.

.

Komunitas dan Perkumpulan

Dalam sesi tersebut mas Ilik, seorang motivator dengan rambut panjangnya ini, banyak memberi semangat kepada peserta yang hadir. Peserta digiring untuk membangun sebuah komunitas di era sekarang yang notabene memiliki power dan kelebihan-kelebihan yang dapat mengangkat nilai-nilai baik baik anggotanya maupun perubahan bagi sekitarnya. Namun, membangun komunitas tidak semudah membalikkan telapak tangan, saya kira seperti itu pemahaman saya mengenai komunitas.

.

Mas Ilik juga memberi tips-tipsnya bagaimana membangun komunitas. Kita butuh sebuahi nyali, memberi kesempatan dan bertahan. Yang intinya jangan bersandiwara. Berpikirlah sederhana, sabar dan berikan bukti ontensitas. Pesan tersebut yang masih terekam di kertas putih yang dicatat rekan saya.

.

Jika kita pahami sedikit saja dari pesan tersebut, pasti kita berpikir sebenarnya mudah membangun komunitas tersebut di era sekarang, namun saat menjalankannya tidak sekedar nama yang terpasang di komunitas tersebut yang akan dikenal, tapi bagaimana memperjuangkan komunitas ini tetap bertahan.

.

Sama halnya dengan film yang saya tonton tadi malam. Komunitas di era dulu, tepatnya jaman waktu Ahmad Dahlan masih hidup, beliau membangun juga yang namanya perkumpulan. Nggak ada bedanya antara nama komunitas dan nama perkumpulan. Sama-sama tempatnya berkumpul, memiliki tujuan yang sama, ingin berubah dari tradisi yang masih melekat dan ingin berbagi dengan sesama.

.

Komunitas itu harus bernilai, bernyali dan bertahan itu benar yang dikatakan mas Ilik Sas. Ahmad Dahlan dalam film tersebut, harus bekerja ekstra keras untuk membangun perkumpulan tersebut, beliau sangat bernyali untuk mendobrak nilai-nilai budaya yang sudah melekat saat itu.

.

Pantang menyerah menghadapi cercaan dari berbagai pihak. Dan kekuatan beliau untuk bertahan itulah yang sangat luar biasa. Akhirnya, sebuah pendidikan dari perkumpulan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak yang belum mengenal dan mengenyam pendidikan saat.

.

Bagaimana dengan sekarang? Berganti lagi dengan nama yang lebih tren yaitu komunitas. Menjadi pendiri atau founder dotsemarang itu adalah tanggung jawab yang terus saya emban hingga kini. Nggak mudah untuk bisa bertahan hampir 2 tahun ini.

.

Ditinggal orang-orang hebat maupun kekasih adalah bentuk bertahan yang tidak kecil. Selisih sesama anggota adalah hal yang lumrah. Tapi semua itu mengajarkan kepada saya, bahwa komunitas itu yang didasarkan keinginan yang kuat dari pendirinya pasti akan bertahan.

.

Berbeda dengan orang-orang yang tinggal memakai nama komunitas sebagai bagian dari komunitas tersebut. Tinggal masuk dan maju bersama. Yang jelas, membangun komunitas di era sekarang sangatlah mudah asal, menerapkan apa yang saya tulis seperti diatas (bernilai, bernyali dan bertahan).

Bernilai

Tentu membangun sebuah komunitas tidak sekedar berdiri dan memiliki nama. Punya visi dan misi serta tujuan jelas mau dibawa kemana komunitas ini. Sudah banyak komunitas yang sama dengan yang nanti kita buat. Cobalah cari perbedaannya dan jangan lupa itu untuk perubahan bukan untuk diam ditempat.

Bernyali

Niat saja nggak cukup untuk membangun sebuah komunitas. Saya sangat menyarankan ini. Mengingat, hadangan dan cobaan akan siap 10 kali lipat yang akan menjadi penghalang nantinya. Kalao nggak ada keberanian untuk melawannya, lebih baik mengubah diri sendiri dulu sebelum mengubah banyak orang.

Bertahan

Setelah keberanian udah didapat, tentu, masalah terbesar adalah dari dalam. Bagaimana kita bisa bertahan dari serangan dari luar dan dalam khususnya. Menjadi orang yang disebut pemimpin itu tidaklah mudah. Apalagi melihat anggota yang sangat malas, tidak berdedikasi dan hanya ingin eksis saja. Pemimpin harus bisa memaksimalkan potensi yang ada dalam anggotanya. Jika tetap tak bisa, silahkan diganti dengan yang lebih baik. Yang memiliki visi dan tujuan yang lebih berani.

.

Cepat atau lambat, kemenangan akan menjadi orang yang percaya bahwa mereka akan meraih kemenangan. Janganlah bergantung kepada keberuntungan, tapi kepada sikap. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang ingin membangun komunitas. Ahmad Dahlan saja harus jatuh bangun membentuk perkumpulan dan beliau bisa. Mengapa kita yang hidup penuh kelebihan ini sangat sulit bertahan. Terimakasih.

.

salam blogger

.

Asmari

Twitter : @ASMARIE_
Fb : https://www.facebook.com/asmariedexter
Email : arie.bechkam at gmail.com
Hp : 085694553434


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

8 Responses to “Komunitas itu Harus Bernilai, Bernyali dan Bertahan”

  1. Catcil says:

    Klo boleh menambahkan, untuk dapat bertahan dalam membuat komunitas maka perlu adanya teman yang seide,seiring sejalan

    [Reply]

    asmarie Reply:

    setuju, terimakasih udah menambahkan :D

    [Reply]

  2. mastangguh says:

    keren mas asmarie. suwun ilmunya

    [Reply]

  3. Top banget artikel ini..

    [Reply]

  4. elvira157 says:

    ulasan yang menarik mas,makasih udah berbagi
    sukses buat dotsemarang :)

    [Reply]

  5. That is no matter what is your subject just because experienced custom writing corporations propose to buy custom term papers of high academic standards.

    [Reply]

  6. hey there and thanks to your information – I have definitely picked up something new from proper here. I did alternatively expertise several technical points the usage of this website, as I skilled to reload the site lots of instances prior to I may just get it to load properly. I had been brooding about in case your web hosting is OK? No longer that I’m complaining, however slow loading cases times will sometimes affect your placement in google and can damage your quality rating if ads and *********** cheap auto insurance quotes

    [Reply]

Leave a Reply


About Me

Menggeluti blog sebagai pekerjaan tetap dan sebagai founder dotsemarang (komunitas blogdetik Semarang) | Saya lebih suka disapa dengan nama ARI, As dan dexter. | Hobi lainnya, saya menyukai olahraga futsal dan sepakbola namun sedikit tahu juga mengenai bilyar. | Untuk fisik, saya bukan ukuran pria ideal Indonesia namun itu kelebihan saya | Kebanyakan ngomongin tentang hubungan pria dan wanita meski tak ada wanita | Profil lengkap bisa dilihat di halaman about (diatas)

Twitter

    Photos

    Activate the Flickrss plugin to see the image thumbnails!