Blog Yang Makin Turun Pamor
7 Desember 2011 oleh asmarie
Tanpa sadar, para blogger kini beralih dari full time blogger menjadi full time tweeter. Tak ada lagi sekat penyekat yang membatasi seseorang untuk berinteraksi lewat social media, terutama twitter. Itu bukan salah mereka ataupun saya sendiri yang terlalu sinis. Tapi emang ini kenyataannya. Bahkan di sela-sela kunjungan ke Jakarta, salah seorang yang sudah begitu eksis dan cukup punya nama, saya sebut saja dia adalah mentor saya, beliau mengatakan, “blog kini makin turun pamor-nya tapi tak lama lagi akan segera naik kembali”.
Saya kaget ketika dikatakan blog udah turun pamor. Padahal, didekat saya, jejaring, dan lingkungan sekitar blog tetap aja makin banyak. Yang saya sadarin adalah sekarang banyak blogger yang suka ngetweet daripada ngeblog. Terbukti ketika acara blogger ASEAN, *bukan saya kecewa karena tidak terpilih untuk mewakilin Semarang, tapi event tersebut sangatlah luar biasa untuk diketahui mengingat saat itu banyak blogger yang hadir sedang berbicara di linimasa. Campur aduk antara yang pro dan kontra. Saya hanya ingin tahu saja apa yang terjadi secara detail, daripada kicauan separuh-separuh yang diberitahu.
Itu efek yang saya kira memang benar, ternyata para blogger yang hadir lebih menyukai layanan 140 karakter daripada ngeblog saat acara disana. Jika ditanya, alasannya karna sibuk dan merasa lelah. Akhirnya, tulisan para blogger bisa dibaca ketika acara tersebut telah usah beberapa hari. Padahal disana udah diberitahu bahwa sedang berkumpul para blogger bukan para twitter.
Suatu kenyataan memang ketika menyadari blog bukanlah media untuk memberitahukan tentang ungkapan hati para bloggernya dengan mengekspresikan kepada para pembacanya, apa yang dilihat, diamati, diteliti serta di pikirkannya untuk dituangkan dalam blognya masing-masing. Menulis memang perlu perjuangan panjang tak kenal lelah perlu latihan dan praktik dengan penuh kedisiplinan yang tinggi dan teratur. Banyak orang mengatakan bahwa menulis itu sulit, maka banyak blogger sekarang sulit konsisten, padahal sebenarnya mereka bisa menuliskan setiap karakter di twitter.
“Musisi harus menciptakan musik, pelukis harus menggoreskan lukisannya, penyair harus menulis sajaknya, blogger harus menulis di blognya, tentunya.”
Menulis di blog, jangan ditunda-tunda jika menunda-nunda dalam waktu lama sulit mengumpulkan ide dan pikiran yang penuh semangat, untuk melanjutkan kita harus menulis dalam satu jalan walaupun penuh liku-liku dan kerikil tajam, mencapai satu kata penuh arti yaitu keberhasilan dan informasi yang diberikan. Memang membuka blog haruslah ada koneksi internet, berbeda dengan twitter yang langsung dari hape. Tapi, beberapa teman tentu udah memiliki gadget yang modern dan sudah terhubung berbeda yang memang tak begitu ada koneksi.
Yang pasti para blogger yang udah lama eksis bisa memberi contoh yang baik, agar para blogger muda dan yang baru bisa menirunya, segan dan cenderung memberikan apa yang sama dengan apa yang dikaguminya. Berikanlah contoh yang baik meskipun itu hal-hal kecil. Saat ini banyak blogger baru yang bermunculan ini menandakan bahwa blogger semakin diminati.
“Orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat daripada mereka yang tidak punya kebiasan tersebut”.
Mudahan dengan adanya pesta blogger yang berganti nama kemaren menjadi ON|OFF 2011, para blogger lebih dipersatukan lagi. Dan kembali ke pamor sebenarnya, bahwa blogger adalah penulis blog. Kecuali nggak ingin dikatakan sebagai blogger. Sudah seharusnya perbedaan-perbedaan menjadi kekuatan yang terus mengangkat Indonesia terus maju. Sudah saatnya blogger lebih bermanfaat untuk negerinya bukan untuk sekedar curhat belaka.
Menjadi blogger harus selalu menulis hal-hal yang baru. Setidaknya tulisan yang disajikan merupakan interpretasi baru dari hal-hal lama. Maka seorang blogger harus selalu belajar dan belajar, membaca dan terus membaca, menulis terus menulis tidak pernah henti. Seorang blogger harus berbagi dengan orang lain karena dengan membagi kebahagiaan tujuan hidupnya tercapai.
“Kebahagiaan seperti minyak wangi yang tidak mungkin anda percikkan pada orang lain tanpa anda sendiri terpecik”. Ralp Waldo Emerson.
Mari kita tersenyum dengan dunia blogging di Indonesia. Mengapa? Karena di luar sana aja, ada negara yang hanya kopdar 3x dalam setahun. Dan bahkan ada juga sebuah negara, bloggernya ada yang ditangkap, akses internetnya ditutup serta berkicau di sosial media aja sangat sulit. Kebebasan berekspresi sangat sulit disana bahkan dilarang oleh pemerintah, berbeda dengan di Indonesia. Kebebesan berekspresi sangat besar di negara ini. Senyum memiliki arti banyak. Senyum tulus adalah pancaran gembira yang akan menular pada orang lain.

Maju terus blogger Indonesia.
**tulisan ini bukan untuk menggurui atau sok paling benar. Saya hanya prihatin dengan perkembangan blogger saat ini meski tak perlu diprihatinkan. Orang lain akan lebih suka membantu daripada digurui. Orang yang berpengetahuan luas juga akan lebih dihargai dibandingkan yang sedikit pengetahuannya. “Aneh rasanya dikenal sedemikian universal, tetapi kesepian”. Albert Einstein.







Nama saya Asmari, Ingin tahu lebih lengkap tentang saya, silahkan baca profil lengkap saya 
termasuk aku yah?
*ngintip blog sendiri*
Repot klo ngeblog di saat acara berlangsung
belum tentu jg ada yg baca, hehe
aku OOT aja ah komentarnya…
mau komentar tentang photonya…
Mbaknya yg paling kanan kreatip juga…
T-Shirt DS yang basic nya ada kerah di sulap jadi model lebih feminim hihihihih
semangad buat temen DS, salam dari Jogja..
Si Omponk
http://www.siomponk.com
http://imherry.blogdetik.com
jadi malu….:p
Pamor blogger boleh turun tapi pamor blogger borneo tidak boleh turun, bener ngga bro?
Semangat … semangat….
setuju
tapi ngeblog tetap beda dari ngetweet, dan ngeblog tetap ada di hati
ayo maju terus dan semangat blogger indonesia,,,jangan sampai sepi dan turun,,hemmh,,,
Menulis memang perlu perjuangan panjang,disiplin,teratur,tak kenal lelah beda dengan tweeter hanya 140 karakter (dimana hal ini sudah jadi kebiasaan menulis berita pendek lewat sms) sehingga tweeter lebih digemari, tapi menurutku ngeblog nggak ada matinya dan akan tetap exis karena banyak hal di dapat dari ngeblog. Hanya memang perlu usaha dan kerja keras dari para blogger yang udah lama eksis agar tetap ramai. Ayo kita ramaikan blog..
AKU SUKA TULISANMUUUU!!!
xoxo,
CiscaDV
(Blogger Amatiran)
Padahal baru mau belajar ngetwit
Hebat tulisannya mas.. jadi nambah semangat pengen nulis lagi
blog dan twitter bisa berjalan berdampingan kok, memang saat ini blog bisa beralih dari betuk yg kovesional ke bentuk yang lebih user friendy. Jadi manfaatkan saja twitter untuk blog. Tentang gairah blogging yang malai turun pamor, saya rasa ke depan akan lebih populer lagi. Twitter tidak mampu seperti blog.
memang demikian adanya sob. saya sendiri mengakuinya, saking konsen ditwitter, blog jarang di update, akhirnya pagerank trun mjd 2 yg tadinya 3/10.
mungkin harus ada inovasi baru agar ngeblong menjadi kegiatan yang bisa di gandrungi
klo ada live posting dan ada hadiahnya kaya di on off kemaren mah hayu dah jalan terus ngeblognya haha…tapi kendalanya memang kudu ada akses internet lalu gadget yang bisa poting langsung kaya ngirim sms hahaha…
hahaii
terimakasih
lho knp berpikir gitu
kan bisa di share lewat twitter
apa yang terjadi saat itu
nah gunanya twitter itu fungsinya
hehe… mudahan tidak malu2in
terimakasih
bener,. heheh.. harus ituh
terimakasih ismi
terimakasih teh Anny
romantis banget
hehehe
tankz udah berkunjung
semangat blogger Indonesia
terimakasih
hanya mengamati sekitar
smoga bermanfaat
mari !!
dan sangat setuju
wah .. wah di komentarin
hehehe… jadi malu
hhihihihirrr. *melayang
wah.. dampaknya langsung yah
mari bersemangat lagi
setuju
*manggil admin blogdetik
haha.. saya gk stuju dngn manfaatkan twitter untuk ngeblog. aturannya blog memanfaatkan twitter sbagai media promosinya
yups..
disadari seharunsya kita bisa mempersiapkan segalanya
kan blogger harus selalu siap
seperti polisi, harus siap dengan senjatanya
saya malah jarang buka twitter, sampai2 dikirimn email spy twitternya “mbok ya ditengok” banyak yg kangen hehehe
blog + twitter = top markotop kan?
Saya juga mengakui itu, dan semoga saja ini hanya siklus… euphoria sementara orang terhadap twitter.
satu hal keunggulan twitter dibanding blog, yang sukar di tandingi, twitter memungkinkan kita berinteraksi “langsung” pada nara sumber terkenal.
buat saya pribadi, hal yang bikin saya semangat ngeblog itu adalah :
1. kalo posting, masuk headline dan dapet comment banyak.. rasanya kaya dihargai…
2. kalo ada lomba dengan hadian oke…
3. dan kalo lagi ada hal yang bikin penasaran.
oh iya… satu lagi… hmmm.. mungkin ide ini lebih baik kalo saya sampaikan pada admin blogdetik… kayanya bagus buat membuat orang jadi rajin ngeblog.
salam ketik!!
yg penting ngeblog jalan terus, karena blog lebih memberikan informasi yang informatif dan menyeluruh
hehe..
terimakasih mas her
hehehe,,,
smoga bisa dimanfaatkan dengan baik
ya, maju terus blogger Indonesia!
Mantebz… Asmarie Dexter emang nggak pernah kering… he..he..he..
Saya pikir pola pikir kita selama ini salah. Karena gak head to head, apple to apple membandingkan twitter dengan blog. Mungkin masih sejajar jika kita melihatnya twitter versus facebook versus foursquare versus koprol versus friendster (yang akhirnya menyerah kalah).
Kalau diranah transportasi, twitter dan facebook bukanlah seperti membandingkan antara merek mobil. Tapi sejatinya merupakan varian transportasi. Mungkin bisa diandaikan twitter sebagai pesawat yang cepat, efisien dalam waktu tapi sedikit membawa penumpang. Sementara blog mungkin kapal laut, kereta dan sejenisnya. Yang meski terkesan lebih lambat tapi efisien dalam penggunaan energi karena yang diangkut banyak sekali trip.
Apa pesawat menjadi pembunuh kereta atau kapal laut? mengurangi jumlahnya dalam jalur tertentu bisa jadi. Tapi kalau jadi faktor tunggal pembunuh utama, koq rasanya nggak. Karena masing-masing punya karakter beda yang gak mungkin disejajarkan.
kalu saya melihatnya lebih pada seleksi alam. Jika banyak blogger yang beralih ke twitter ya gpp. Itu hak dan pilihan mereka.
Pada akhirnya yang tertinggal adalah mereka2 yang memang suka ngeblog. Yang blogger sejati. Blog mungkin pamornya telah menurun namun gak akan pernah mati
yeach, seturun apapun blogging, tetap tak bisa tergantikan dg lainnya, spt twitter. aku tetap ngetwit dan tetap ngelblog. masing2 punya kenikmatan yang berbeda karakter
wah benar juga “konsisten” dalam menulis diraskan menurun drastis dibanding update status di fb dan ngetweet di tweeter…saatnya menyadarkan diri.”malu juga ngintip blog milik sy sendiri” yg masih acak adul.terima kasih pencerahannya
tetapi memang benar, trend nya menurun…wajar kok
Nah sebetulnya ini malah kesempatan buat kita yg tetap menulis buat kelihatan lebih esksis. Lebih eksis di twitter & blog
keep blogging !
lebih baik seimbang antara blog dan twitnya, jadi kalo abis ngeblog dishare ke twit
haha.. toprle dahhh
tapi harus ngeblog juga intinya
setuju
ayoo kapan ide itu diberikan sama admin
setuju
terimakassih
haha…
tankz om..
bukan karena soal bunuh membunuh karakter
tapi, tanpa disadari, mengapa blogger skrng banyak yg ngetweet dan melupakan blognya
seperti yg terjadi di Bali, menyimak dan memperhatikan. Kalo maslaah trnsportasi itu lain lagi ceritanya
ini persoalan, pemusik ya musik, blogger ya ngeblog, tapi klo extreme, dengan melupakan blog apakah itu termasuk melupakan jati dirinya.
bener, ikut mengikuti perubahan, tapi bukan mengikuti, kitalah yg menciptakan perubahan
ayoo majuuu
siipp.. mantabss
hehe
tankz bang
heheh
hehe.. setuju
kalo bgt aman dah
ayo semangat blogger Indonesia
itu baru benar
mudah2an blog kembali berjaya lagi, sayang kalo makin turun pamornya, apalagi saya pendatang baru blogger.
biarlah blog turun pamornya, asal seputar semarang tambah ramai…
hhh….
ada raja minyak tuh sapa ya…
blog harustetap ada dan stabil.
Αt thiѕ moment I am goіng to dо
my breakfast, afteгward hаving my brеakfast coming yet agаin to read moге nеwѕ.