Jangan Mengikuti Air yang Mengalir
26 Nopember 2011 oleh asmarie
Selalu banyak alasan setiap apa yang kita kerjakan. Atau juga mencari pembenaran atas apa yang dikatakan. Rasanya dunia disekitar mengharuskan kita kalah dengan keadaan. Hei, bro ayo tetap semangat dan buktikan pada orang di sekitar. Jangan menyalahkan keadaan atau melakukan pembenaran. Terheran-heran tapi makin heran, mengapa obsesi kalah dengan masalah.
Gue yakin, pasti dulu kalian pernah mendengar filsafat hidup tentang “mengikuti air yang mengalir”. Kemanapun air itu membawa, itulah hidup kita. Tapi apakah itu membuat kalian bisa maju. Bukannya dengan mengikuti arus air itu artinya kalian menjadi mengikuti kemajuan. Bukan orang yang dikatakan sebagai agen perubahan. Intinya, orang tersebut tidak ingin maju dan tidak punya ambisi. Ia hanya sekedar hidup saja dan tidak punya rencana untuk masa depannya.
Seberapapun kalian beraktivitas dan memiliki kegiatan yang luar biasa, namun ketika menyalahkan keadaan rasanya kalian naif. Misalkan begini, diajak kumpul sekedar kumpul, kalian berasalan super sibuk, tugas kuliah, laptop rusak, nggak ada kendaraan, nggak laptop untuk nulis dan sebagainya. Padahal diluar sana, banyak sekali orang yang tanpa alasan bisa maju karna ia ingin maju dan berkembang. jangan sampai kita dikatakan menang kandang.
Masalah akan ada setiap diri seseorang. Bukan lari dari masalah. Jinakkan masalah dan anggap sebagai teman. Orang -orang yang berhasil selalu menggunakan pikiran bawah sadar untuk bekerja menghasilkan ide. Napoleon Hill pernah berkata, ” pikiran bawah sadar bekerja dengan materi yang kita umpankan kepadanya melalui impuls pikiran kita, Pikiran bawah sadar akan menjabarkan ke dalam realita sebuah pemikiran yang terdorong oleh rasa takut sama seperti yang dilakukannya terhadap keyakinan”.
Jadi, dari sekarang, marilah jadi orang yang tidak mengikuti arus air. Buatlah diri kalian memiliki ambis dan menjadi agen perubahan bukan mengikuti perubahan. Seberapa hebat dan besar kalian, jika selalu beralasan ini dan itu, gue yakin, kalian hanya hebat di kandang sendiri.
Orang yang memiliki filsafat hidup tentang “mengikuti air yang mengalir” itu artinya orang tersebut tidak ingin maju dan tidak punya ambisi. Ia hanya sekedar hidup saja dan tidak punya rencana untuk masa depannya.







Nama saya Asmari, Ingin tahu lebih lengkap tentang saya, silahkan baca profil lengkap saya 
Tulisan yang mantap, bisa bangkitkan motivasi pembaca untuk berfikir tetntang apa hidup, bagaimana hidup dan berus berbuat apa dalam hidup.
Ada pilihan lain dalam menyikapi filsafat hidup “mengikuti air yang mengalir”, mungkin negatifnya adalah terbawa arus yang tidak menguntungkan dalam pembenarannya. Atau juga, mungkin kita harus melawan arus. Jadi menurut saya, filsafat hidup tersebut lebih mengarah kepada kemampuan seseorang untuk mencerna apa yang di siratkan dalam kalimat “mengikuti air yang mengalir”. Pasrah sebelum berbuat atau ikuti hal-hal positif sifat air.
Sekedar, mampir dan bertukar pikiran hehehe….
Salam.
siap siap!
inspiratif… let’s make a change don’t stay
tankz abah.. hehe
siapppp
Wahh..bang mario teguh yunior.. Semangatt
wah, keren motivasinya….
Jadi tambah sdikit mengerti.
tpi hidup harusnya seperti air yg mengalir. bebas mengalir kemana saja (bebas menjadi apa saja), tpi tetap mengalir ke tempat yg lebih rendah (tpi tetap pada tujuan utama utk apa kita hidup).
nbsp;dower.blogdetik.com menyukai ini.
air tenang malah menghanyutkan
Salam kenal…
Tulisan ?? memotivasi…
Dirunggu kunjungannya di http://diandrarafi.blogdetik.com/
Aye nyasar, ikut nyimak..
mengikuti air yang mengalir
http://misoprostolcytotec.blogspot.com
pecundang selalu punya alasan, tapi pemenang pasti ada solusi
Tulisan menarik. Sama dengan ini,
“Buat hidup kamu punya target, tujuan dan cita-cita yang jelas. Jangan ngalir kaya air, ntar ngalirnya ke comberan baru tau rasa!”
berarti, filsafat itu salah
Tergantung bagaimana kita menyikapinya, karena pemikiran tidak selalu bertumpu pada hal-hal yang dikatakan benar padahal salah.Juga pada hal-hal yang dikatakan salah,tapi mengandung benar dibaliknya.Seberapa kuatkah anda menahan arus,bila arus itu dalam pemikiran kemampuan anda,membuat anda tenggelam bila melawan atau mengharuskan secara terpaksa untuk mengikutinya.Tetap dibutuhkan perhitungan yg matang dlm menganalisa dibarengi naluri keyakinan utk bisa melakukannya
kita harus percaya pada apa yang kita katakan dan lakukan.
Yupss bner bnget mas boy…
#hanya ikan mati yang mengikuti arus air.
siip siip
mantap kang e
Mantappp
,, paling setuju dgn komentar Mas JOKO.
Setiap orang punya caranya sndiri2 dlm menyikapi masalah dan menjalani hidupnya. Setuju dgn ABAHZOER
Salam kenal
Muantaaaapp !
Tulisannya bagus, ikut kontes blog aja gan.
di http://asal-coret.mywapblog.com/jalantikus-com-download-gratis-aman-cepa.xhtml
Hidup sebuah pilihan,tentang bagaimana mewujudkan mimpi ke realita,itulah perjuangan hidup.
hal mencerahkan seperti memang jitu buat meledakan semangat!
Akuuuur….. Hanya mengikuti air mengalir sama artinya tidak ada daya upaya.