Kue Cucur : Makanan penuh kenangan
18 September 2010 oleh asmarie

Hari terakhir di kota Samarinda. Nggak akan pernah aku lupakan semua kenangan yang ku lalui di sini. Meskipun hanya seminggu lebih, bercengkerama bersama keluarga dan sahabat-sahabat adalah hal yang paling indah dan tak akan terlupakan. Namun aku lupa satu hal yang akan selalu mengingatkan aku dengan mamah dan keluargaku. Apakah itu?
Kue cucur. Waaaaa…… makanan yang selalu di dibuat mamah untuk menyambung hidup keluargaku di Samarinda. Meski dari keluarga sangat sederhana, aku sangat bangga sekali dengan pekerjaan mamahku ini. Dengan jualan cucur ini, mamah selalu berusaha membiayai semua kebutuhan dan keperluan anak-anaknya. Aku dan beberapa adikku. Cerita soal mamah pernah ku ceritakan di sini.
Kue cucur terbuat dari tepung dan gula merah. Perkembangannya sekarang, kue cucur tidak hanya di dominasi berwarna coklat, namun ada warna putih dan merah, tergantung pemakaian warna yang di inginkan. Namun, dimana-mana, cucur selalu berwarna coklat. Rasa gurih dan renyah adalah sesuatu yang ditunggu. Nggak salah, tiap pasar malam yang selalu ramai di Samarinda pasti mengenal ibu penjual cucur yang satu ini (maksdunya mamahku)
jadi, jika ada teman-teman yang mau pesan kue cucur. Pesan saja sama mamahku ini. hehe…malah promosi.
tankz







Nama saya Asmari, Ingin tahu lebih lengkap tentang saya, silahkan baca profil lengkap saya 
wow…jadi pengen nyobain..salam kenal
silahkan bro.
yups salam knl jg
kenapa disebut kue cucur ya Dext ? pesennya jauh bener ya mpe Samarinda hehehe
wahhh…napa ga tu za dex kirim ke aq sebagai kue lebaranmu???
ahhhh dex pelit.. hufff…
@wahyu….hehe,,,kejauhan yah,,,
@inez,,,,hehe,,,,jauh bngt nez
dubrakk
Hello there, I should say it is a clever posting. I\’ll certainly be seeking in on this web site yet again soon.
You\’ve got your point via a great deal far better than I at any time could, thank you!