Karena Plontos, saya dikira tahanan penjara
February 9th, 2010 Tagged hidupku, humor
“Potong rambut itu kalau kamu mao ikut pelajaran saya,” itu kata-kata mahadasyat yang keluar dari guru SMP saya waktu dulu. Saya masih ingat betul dengan kata-kata beliau. Pak hendri namanya. Bukan saja saya menjadi murid yang paling dikenal oleh beliau tetapi dikarenakan beliau dan saya pernah menjadi satu tim dalam sepakbola dan beliau yang menjadi pembimbingnya.
Kedekatan saya dengan beliau bermula saat saya mengikuti timnas sepakbola SMPN 1 Samarinda. Hoby ini sangat saya gemarin sekali waktu dulu hingga sekarang. Akan tetapi, setelah beberapa tahun saya sekolah disitu dan saya sudah menginjakkan tahap akhir studi saya, maksudnya kelas 3, pak Hendri berhenti menjadi pembimbing timnas sepakbola kami. Sedih rasanya.
Saat kelas 3, dimana puncak kenakalan anak laki-laki mulai memuncak. Saya mengambil keputusan yang sangat gempar satu sekolah dulu. Mungkin tukang kebun juga tahu soal itu, hehehe….sok tahu. Saya memangkas rambut saya hingga botak tapi ditambahin garis di atas telinga. Maklum, waktu itu gaya rambut seperti itu lagi tren-trennya. Siswa-siswi lainnya pada sibuk belajar, saya malah jadi orang paling dikenal di lingkungan sekolah saya dikarenakan rambut botak saya. Read the rest of this entry »











Akhirnya, sempat juga menulis kisah teman saya ini yang dalam beberapa minggu kemaren sempat berhubungan lewat chat facebook. Bukan malas atau kenapa baru sekarang saya mulai menulis, tapi kesempatan itu baru datang kali ini. Yuk, kita mengenal sosok teman saya ini, yang terkenal gokil, lucu dan punya rasa tanggung jawab serta menjunjung tinggi pertemanan.








